Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Keuangan. Tampilkan semua postingan

Dampak Krisis Timur Tengah dan Afrika Utara Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

Rabu, 23 Februari 2011 14:30 WIB

(Vibiznews – Economy) – Revolusi yang melanda Negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini telah memberikan guncangan pada pasar investasi global (23/02). Kondisi revolusi yang diiringi kekerasan dan korban jiwa ini bisa berdampak terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Kekhawatiran semacam ini bukan tanpa alasan. Pasalnya akibat krisis politik di Mesir saja, harga minyak dunia, terutama yang diperdagangkan di bursa London naik dan sempat menjadi USS 100/ barel. Kenaikan harga minyak ini adalah konsekuensi logis dari krisis politik di Mesir mengingat negara ini menguasai terusan Suez, rute pelayaran kunci untuk minyak dan produk lain seperti gandum, minyak nabati, yang menghubungkan Laut Merah dan Mediterania. Setelah Libya diguncang krisis harga minyak mentah Brent naik mencapai USS 108/ barel.

Saat ini situasi di Mesir mulai terkendali setelah Hosni Mubarak bersedia menyerahkan jabatan sebagai presiden Mesir. Akan tetapi revolusi yang menular ke Libya di mana Muamar Khadaffi telah berkuasa selama 41 tahun justru lebih panas dibandingkan Mesir. Berbeda dengan Mubarak yang masih dapat mengendalikan diri dan berkata-kata diplomatis, tampaknya Khadaffi akan mengandalkan kekerasan untuk melanggengkan kekuasaannya. Ratusan jiwa telah melayang dan tadi malam dalam pidato di jaringan televisi nasional Khadaffi mengumumkan perang kepada rakyatnya sendiri dan berjanji untuk bertahan ‘hingga titik darah penghabisan.’ Kata-katanya tersebut memancing kemarahan yang lebih luas dan kekhawatiran di kalangan investor global.

Dalam hubungannya dengan instrument investasi global, kerusuhan di kawasan ini telah terbukti menjadi momok bagi pergerakan bursa saham. Bursa-bursa saham global rontok akibat makin tegangnya kondisi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Di samping itu kekhawatiran bahwa krisis politik kawasan ini dapat mengikis proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung juga menurunkan harga di sektor pangan. Meskipun demikian tampaknya harga pangan justru akan kembali merangkak naik seiring dengan kenaikan harga komoditas minyak mentah.

Dampak Krisis Timur Tengah dan Afrika Utara Terhadap Indonesia

Dalam konteks dampak terhadap Indonesia, mungkin dalam jangka pendek gejolak politik di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak akan berdampak secara langsung terhadap nilai perdagangan Indonesia. Dari segi keterkaitan pasar yang berdampak langsung ke perdagangan, negara kita tidak akan terpengaruh dengan apa yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Alasannya rasional yaitu, hubungan dagang langsung antara Indonesia dengan Timur Tengah dan Afrika Utara memang sangat kecil. Sejauh ini, pasar ekspor Indonesia lebih banyak mengarah ke kawasan Asia daripada kawasan Timur Tengah.

Akan tetapi gejolak di Timur Tengah dan Afrika Utara mampu mendorong harga komoditas di pasar global, terutama pangan dan energi. Artinya, krisis Timur Tengah dan Afrika Utara meningkatkan risiko dan premi risiko untuk lalu lintas perdagangan barang global, termasuk negara Indonesia. Tidak hanya itu, krisis politik di Timur Tengah dan Afrika Utara juga bisa menyebabkan meningkatnya biaya freight dan asuransi kapal. Kenyataan ini jelas mempengaruhi pasar keuangan dunia, termasuk di Asia, sehingga ketidakpastian pasar di negara-negara Asia termasuk Indonesia akan naik.

Di samping potensi kenaikan harga pangan dan minyak mentah dalam jangka pendek, revolusi Timur Tengah dan Afrika Utara akan mengganggu stabilitas pasar keuangan, khususnya aset-aset keuangan dan properti yang berdenominasi Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dengan demikian pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang terkait dengan penanggulangan dan minimalisasi dampak dari krisis di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bentuk konkretnya adalah, pemerintah harus segera menaikkan posisi cadangan pangan dalam negeri dengan cara mengintensifkan peningkatan produksi pangan. Selain itu, untuk mengantisipasi dampak krisis politik di Mesir terhadap perekonomian Indonesia, pemerintah Indonesia harus mengamankan sektor ekspor. Caranya adalah, Indonesia harus melakukan diversifikasi ke pasar Amerika dan Eropa. Selama ini Indonesia lebih menekankan diversifikasi ke pasar Asia, namun tidak menggalakkan ke pasar Amerika dan Eropa. Diversifikasi pasar adalah sebagai upaya untuk mengantisipasi resesi di Timur Tengah akibat krisis politik di Mesir. Krisis ini bisa menurunkan pertumbuhan negara-negara di Asia karena resesi di negara-negara maju di Timur Tengah.

Ika Akbarwati - Associate Analyst Vibiz Research Center

Ulasan :

Revolusi yang terjadi Timur Tengah berefek pada pasar investasi global, seperti akibat krisis politik di Mesir, harga minyak dunia menjadi naik, namun setelah Presiden Mesin bersedia mundur dari jabatannya. Terlebih lagi revolusi ini menular ke Libya yang keadaannya lebih buruk dari pada di Mesir, akibatnya bursa-bursa saham global menjadi buruk.

Bagi Indonesia, mungkin dalam jangka pendek tidak terlalu berpengaruh terhadap perdangan Indonesia, karena hubungan langsung Indonesia dengan Negara-negara timur tengah sangat kecil, akan tetapi gejolak di Timur Tengah dan Afrika Utara mampu mendorong harga komoditas di pasar global, terutama pangan dan energi. Untuk itu pemerintah harus segera menaikkan posisi cadangan pangan dalam negeri dengan cara mengintensifkan peningkatan produksi pangan dan juga pemerintah Indonesia harus mengamankan sektor ekspor, yaitu dengan diversifikasi ke pasar Amerika dan Eropa

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tantangan Bagi Kesuksesan Asia


JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada paruh pertama tahun 2010 sebesar 8 persen merupakan suatu kesuksesan bagi negara-negara Asia yang tampak memimpin dalam pemulihan ekonomi global. Akan tetapi, prestasi tersebut juga menciptakan tantangan-tantangan.

"Dengan cepatnya pertumbuhan lebih dari tingkat yang diekpektasikan, tekanan inflasi juga akan muncul di kawasan," ucap Direktur International Monetary Fund (IMF) Anoop Singh, Kamis (21/10/2010), di Kantor Perwakilan IMF, Bank Indonesia, Jakarta.

Tingginya angka inflasi terlihat dari semakin tingginya harga-harga bahan kebutuhan, terutama sektor pangan. Tidak hanya sektor pangan, inflasi juga terlihat pada tekanan harga di pasar properti di beberapa negara. "Harga rumah di beberapa negara seperti Cina, Hong Kong dan Singapura bahkan mengalami pertumbuhan harga hingga dua digit," ucap Singh kepada wartawan.

Di Cina, Singh mencontohkan, property bubble memunculkan inflasi di beberapa kota besar. "Tapi tidak dapat dikatakan harga properti di Cina tinggi secara keseluruhan," ujar Singh.

Asia, menurut Singh, juga tetap menjadi tujuan yang menarik bagi investasi asing terkait lesunya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. "Oleh karena itu, arus modal masuk dapat menambah tekanan lanjutan terhadap harga-harga di dalam negeri pada waktu mendatang," tandas Singh.

Adapun, keberhasilan-keberhasilan yang dicapai Asia ditunjukkan dari ekspansi yang melampaui ekspektasi pada paruh pertama tahun 2010. Hal ini membuat IMF merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan tahun 2010 kawasan ini menjadi 8 persen, hampir 1 persen lebih tinggi daripada proyeksi yang dibuatnya pada bulan April.

Sementara pertumbuhan negara-negara Asia juga mengalami ekspansi yang kuat seperti Cina yang mencapai 10,5 persen dan India 9,7 persen. Sementara pertumbuhan di Indonesia mencapai angka 6 persen dan Jepang tumbuh 2,8 persen.

Ulasan : pertumbuhan ekonomi dalam suatu Negara merupakan suatu prestasi, namun hal ini juga akan membuat suatu tantangan dalam mengahadapi pertumbuhan ekonomi tersebut. Tekanan inflasi juga akan muncul, seperti semakin tingginya harga-harga bahan kebutuhan, terutama sektor pangan. Asia, tetap akan menjadi tujuan yang menarik bagi investasi asing terkait lesunya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. keberhasilan-keberhasilan yang dicapai Asia ditunjukkan dari ekspansi yang melampaui ekspektasi pada paruh pertama tahun 2010.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Simak Jurus Memilih Saham


Cermati analisis para analis pasar modal yang banyak ditulis di berbagai surat kabar.

Senin, 11/10/2010 | 14:53 WIB

Salah satu investasi yang menguntungkan adalah dengan menanamkan saham. Untuk menanam saham agar menguntungkan kita harus tau terlebih dahulu bagaimana memilih saham. Bila kita tidak pandai dalam memilih saham kita pun akan merugi. Jadi sebelum menanam saham kita harus mengenali perusahaan yang ingin kita tanamkan.

KOMPAS.com - Paparan berikut ini akan memaparkan lebih jauh langkah berinvestasi di pasar modal. Yang utama adalah bagaimana memilih saham yang akan dibeli, dan kapan saham tersebut boleh dibeli. Hal tersebut akan diketahui berdasarkan analisis fundamental serta analisis teknikal dari setiap saham.

Secara sederhana, analisis fundamental adalah untuk mengetahui kinerja dari suatu perusahaan. Dan berdasarkan itu Anda bisa memutuskan apakah saham tersebut layak beli atau tidak. Semakin bagus kinerja dari perusahaan dimaksud, semakin layaklah saham itu untuk dikoleksi. Sedangkan analisis teknikal akan menggambarkan kapan sebaiknya saham tersebut dibeli dan atau kapan harus dijual.

Singkat kata, dalam berinvestasi di pasar modal, tentukan dulu keranjang saham yang layak untuk dibeli. Ini didasarkan atas analisis fundamental. Langkah berikutnya adalah memilih saham-saham mana saja yang akan ditransaksikan. Tentu saja, kalau harga saham tersebut cukup murah, pada saat itulah saham tersebut Anda beli. Bagaimana langkah-langkah konkretnya?

Pertama, siapkan sekeranjang saham yang siap untuk Anda beli. Caranya sederhana. Cermati analisis para analis pasar modal yang banyak ditulis di berbagai surat kabar. Lalu berdasarkan analisis tersebut, pelan-pelan Anda kumpulkan saham-saham untuk dimasukkan dalam daftar potensi beli bagi portofolio saham Anda. Katakan, Anda sudah memilih 10 saham yang menurut hemat Anda secara fundamental saham-saham tersebut menjanjikan. Apakah langsung boleh dibeli? Jelas tidak. Itu adalah kandidat saham saja.

Langkah berikutnya, Anda mesti meneliti kembali saham-saham itu ada di sektor apa saja? Jangan sampai ke-10 saham yang Anda lirik itu berada pada sektor yang sama. Sebab, mereka adalah pesaing, yang kinerjanya bisa saling bertabrakan.

Konkretnya, Anda mesti memilih saham-saham dari sektor yang berbeda. Ini disebut dengan diversifikasi sektor. Misalnya, ada saham yang bergerak di perbankan/keuangan, saham di sektor pertambangan, saham di sektor perkebunan, saham di sektor properti, dan lain sebagainya. Tentu saja, belum tentu semua sektor tersebut akan cemerlang. Sebab, faktor ekonomi makro akan memengaruhi kinerja pada masing-masing sektor. Oleh karena itu, pilihlah saham dari sektor-sektor yang karakteristiknya cukup Anda kenal secara pribadi. Ini akan memudahkan Anda mencerna analisis fundamental yang sudah disiapkan para analis.

Setelah Anda memutuskan sektor mana yang menjadi prioritas Anda, barulah kemudian Anda pilih beberapa saham dari sektor-sektor tersebut. Sebagai pemula, tidak perlu memilih banyak saham. Apa lagi jika dana Anda terbatas. Cukup menyiapkan 4-5 saham saja. Misalnya dari dua atau tiga sektor. Dengan demikian, Anda bisa fokus pada saham-saham tersebut.

Alternatif
Sekarang Anda sudah memiliki beberapa alternatif kandidat saham. Akan tetapi, apakah saham-saham tersebut masih cukup murah atau sudah mahal? Ini sangat penting, karena kendati Anda membeli saham bagus, tetapi kalau harganya sudah mahal, potensi kenaikan harganya tinggal sedikit. Oleh karena itu, Anda mesti bisa menentukan saham-saham yang berkualitas, tetapi harganya masih cukup murah.

Bagaimana menentukan sebuah saham murah atau sudah kemahalan? Banyak konsep mengenai hal ini. Namun, pendekatan yang paling sederhana adalah dengan menghitung price earning ratio (PER), atau harga saham tersebut dibandingkan dengan laba perusahaan dimaksud. Saat ini, PER rata-rata di pasar modal adalah sekitar 14 X. Kalau PER saham yang hendak Anda beli masih di bawah 14 X, saham tersebut belum bisa disebut sebagai saham mahal.

Selain itu, Anda juga perlu melihat return on equity (ROE), alias imbal hasil dari modal perusahaan itu sendiri. Beberapa kalangan menganggap ROE yang baik adalah dua kali tingkat suku bunga bank. Kalau saat ini suku bunga berkisar 7 persen, ROE perusahaan mestinya ada di atas 14 persen. Itu berarti, jika ada saham yang ROE-nya di bawah 14 X dan ROE-nya di atas 14 persen, saham tersebut secara fundamental tergolong baik.

Kedua, cermati analisis teknikal dari masing-masing saham yang sudah Anda seleksi secara fundamental. Ini untuk memberikan informasi, kapan saham-saham tersebut mulai bisa Anda koleksi. Bagaimana caranya mencermati analisis teknikal? Banyak analis memberikan gambaran dalam bentuk grafik, bar chart, dan lain sebagainya, yang kemudian akan diimbuhi oleh rekomendasi buy, sell, hold, dan juga target price dari saham dimaksud.

Tidak ada yang keliru dari analisa semacam itu. Akan tetapi, tidak juga memberikan jaminan bahwa rekomendasi para analis itu akan jitu dan sesuai dengan kenyataan. Kenapa? Karena harga saham bukan terbentuk dari aspek fundamental saja, tetapi juga dari aspek sentimen pasar. Analisis teknikal menggambarkan terbentuknya sebuah harga yang dikaitkan dengan sentimen pasar pada saat itu. Contohnya, ketika krisis melanda pasar modal di tahun 2008, tidak peduli saham berfundamental bagus ataupun jelek, semuanya mengalami kejatuhan harga. Kenapa demikian? Karena hampir seluruh investor menjual sahamnya dan lebih suka memegang cash. Ini dipicu oleh rasa takut terhadap imbas krisis subprime mortgage yang melanda Amerika Serikat pada waktu itu. Itu berarti, harga yang digambarkan oleh teknikal analisis sangat dipengaruhi oleh suasana kebatinan atau psikologis investor, yang setiap saat bisa berubah.

Namun, lepas dari itu, analisis teknikal bisa memberikan sinyal beli atau sinyal jual dari suatu saham. Dan sinyal itu bisa Anda pertimbangkan untuk kapan membeli atau menjual saham. Bagaimana rumus sederhananya?

Seperti diuraikan tadi, banyak konsep yang mengulas soal teknikal analisis, tetapi konsep yang paling sederhana adalah harga saham diperkirakan akan naik kembali setelah menyentuh level paling dasar dari harga yang pernah terbentuk sebelumnya. Untuk mengetahui level dasar tersebut, cermati pergerakan harga saham tersebut dalam kurun waktu satu tahun atau enam bulan terakhir. Jika harga saat ini sudah di bawah pergerakan harga rata-ratanya, dan mulai mengalami peningkatan, maka itu bisa dianggap sebagai indikator untuk siap-siap membeli saham dimaksud. Selamat mencoba.

(Elvyn G Masassya, praktisi keuangan)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Duet McDonalds Dan FourSquare


Salah satu cara mengembangkan usaha adalah dengan penggabungan usaha, baik untuk melakukan produksi maupun untuk menunjang usahanya. Seperti yang dilakukan perusahaan besar Mc. Donalds yang bermitra dengan Foursquere untuk kampanye usahanya dengan media social yang efisiensi .

Media sosial kini mulai banyak digunakan perusahaan sebagai bagian dari kampanye komersial mereka. Banyak yang berhasil, tapi ada juga yang tidak. Contoh perusahaan yang cukup sukses menggandeng media sosial berbasis lokasi adalah McDonalds.

Bermitra dengan Foursquare, perusahaan fast food skala raksasa tersebut terbukti berhasil meningkatkan penjualan mereka. Dalam sehari tercatat pengunjung McDonalds meningkat sebanyak 33 persen secara global.

Dilansir dari Econsultancy, Senin (20/9/2010), McDonalds dilaporkan telah mengubah model kampanye komersial terbaru mereka, dengan memanfaatkan media sosial berbasis lokasi. Pada konferensi internasional bertajuk Mobile Social Communications, perusahaan tersebut menceritakan awal kisah keberhasilan kampanye komersial mereka.

Cerita sukses McDonalds bermula pada bulan April 2010 lalu. Perusahaan bermaskot Ronald McDonalds itu menawarkan 100 buah hadiah spesial yang diundi kepada semua pengunjung, dengan nominal yang cukup murah yaitu USD 5 hingga USD 10 (sekitar Rp 90 ribu). Cara mendapatkannya, pengguna cukup melakukan check-in pada restoran McDonalds bertepatan pada hari FourSquare yang jatuh 16 April 2010.

Dengan mengambil momentum tersebut, pengunjung McDonalds langsung naik 33 persen pada hari itu juga. Tercatat sekitar 600.000 orang telah mem-follow situs-situs media sosial brand besar tersebut setelahnya. Permasalahannya berapa biaya yang dikeluarkan McDonalds untuk menjalankan kampanye tersebut?


McDonalds Cuma Kucurkan Dana Rp 9 Jutaan

Bagi perusahaan skala raksasa seperti McDonalds, kampanye berbasis media sosial seperti ini terbukti sangat efisien. Pasalnya mereka hanya mengeluarkan dana USD 1.000 atau hanya sekitar Rp 9 Jutaan.

Banyak perusahaan lain mungkin belum berpikir seperti McDonalds dalam hal pemanfaatan media sosial di internet. Beberapa dari mereka masih lebih memilih menghabiskan jutaan dollar untuk memasang iklan pada media atau billboard besar di jalan raya.

Walau masih terdapat banyak perdebatan terkait banyaknya pengguna remoter (check-in virtual alias tidak benar-benar berada di lokasi) pada hari tersebut, setidaknya McDonalds tetap mendapat keuntungan dari sisi brand image. Inilah salah satu contoh efisiensi kampanye dengan media sosial.

(Titus/And/dtc)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Punya Rumah Setelah Kuliah? Kenapa Tidak...

Senin, 03/05/2010 14:20 WIB

Taufik Gumulya - detikFinance

Jakarta - Tahun ajaran baru akan datang dua bulan kedepan, calon mahasiswa dan orang tua tentu sudah mulai sibuk merencanakan universitas yang akan dipilihnya kelak, sebagian diantara mereka bahkan telah mendapatkannya.

Hitung-hitungan biaya pun tentu sudah dilakukan, sumber dana terus dipersiapkan atau mungkin sebagian bahkan ada yang seluruh dana telah tersedia.

Pada artikel kali ini kami ingin memberikan masukan kepada calon mahasiswa yang akan mulai melaksanakan perkuliahannya dalam waktu yang dekat, memang benar bahwa tujuan akhir perkuliahan adalah menyelesaikan strata pendidikan mulai dari D3 hingga S1 kemudian dapat dilanjutkan dengan strata berikut yakni S2 (program Master), S3 (program Doctor) dan seterusnya.

Sejalan dengan program pendidikan, ada sesuatu yang mutlak yang juga harus direncanakan dan wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu sebuah program dasar untuk memulai membangun kekayaan melalui perencanaan pembelian rumah atau properti.

Mengapa ini menjadi penting? Fakta yang ada banyak sekali mereka yang telah menjadi sarjana tidak mampu untuk membeli rumah, bertahun-tahun mereka menempati 'Taman Mertua Indah' bahkan ironisnya banyak diantara mereka yang jangankan untuk membeli rumah, bekerja-pun masih belum jelas, tidak tertutup mereka masuk kedalam katagori pengangguran terselubung.

Bagaimana mengatasi kondisi ini? Perlu diketahui bahwa perjalanan perkuliahan yang menempuh waktu relatif singkat & sedang tidak terlalu panjang (3 s/d 4 tahun, untuk S1) jika disiasati akan menghasilkan pertumbuhan aset keuangan yang baik.

Bagaimana caranya? Berikut adalah 5 langkah sederhana yang dapat dipertimbangkan oleh mereka calon mahasiswa, jika ini dilakukan maka dapat dipastikan bahwa potensi untuk membeli rumah dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dikemudian hari adalah cukup besar:

  1. Mulai dari diri sendiri: layaknya belajar, tidak ada yang dapat mengatur hasil secara optimal selain diri kita sendiri, ilmu perencanaan keuangan juga demikian. Mulailah melakukan alokasi belanja dan pisahkan antara kebutuhan perkuliahan dan kebutuhan non perkuliahan. Untuk sementara waktu tempatkan pos belanja yang hanya mementingkan keinginan (bukan kebutuhan) dengan porsi yang kecil, prioritaskan pos belanja dengan porsi yang besar pada kebutuhan (perkuliahan & non perkuliahan, investasi untuk membeli properti termasuk di dalamnya).
  2. Mulai mencari penghasilan tambahan: tugas utama mahasiswa adalah belajar, namun alangkah bijaknya jika mau untuk belajar menjadi pekerja paruh waktu dan atau berwirausaha. Porsi bekerja tidak boleh menyita waktu yang besar, kewajiban utama untuk belajar adalah tetap merupakan prioritas.
  3. Mulai melakukan perhitungan nilai masa depan (future value): kondisi saat ini tentu berbeda dengan kondisi mendatang yang pasti biaya akan meningkat tidak pernah menurun, termasuk biaya untuk membeli sebuah rumah.
  4. Mulai merencanaan pembelian: alangkah baiknya perencanaan pembelian rumah dilakukan sedini mungkin, diusahakan ketika anda sudah mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan (income) atau selambatnya 5 tahun setelah bekerja atau setelah lulus S1 (mana yang lebih cepat).
  5. Mulai melakukan investasi: agar pembelian rumah dapat terealisasi sesuai rencana maka diharuskan untuk melakukan investasi. Instrumen investasi yang dapat dipakai adalah reksa dana yaitu dengan target return berturut-turut selama 4, 5 dan 6 tahun adalah minimal sebesar 14%, 18% dan 20%.

Untuk mendapatkan target return seperti diatas maka disarankan agar menggunakan kombinasi Reksa Dana Campuran (RDC) dan Reksa Dana Saham (RDS) dengan rasio RDC:RDS adalah 60:40, 40:60 dan 20:80 berturut-turut untuk jangka waktu 4, 5, 6 dan diatasnya. Dalam melakukan investasi Reksa Dana ada hal yang terpenting namun sering dilupakan oleh investor yaitu melakukan pemantauan (monitoring) minimal selama 3 bulan sekali.

Pertanyaan berikut adalah berapa jumlah investasi yang harus saya lakukan?, untuk menjawabnya silahkan lihat contoh tabel berikut:

Harga Rumah (kelak)

Uang Mula

Nilai Uang Muka (kelak)

Waktu tersedia

Investasi awal agar uang muka tercapai

Target Return

Rp 350 Juta

20%

Rp 70 Juta

4 Thn

Rp 1.083.545

14%

Rp 400 Juta

20%

Rp 80 Juta

5 Thn

Rp 819.186

18%

Rp 450 Juta

20%

Rp 90 Juta

6 Thn

Rp 645.004

20%

Rp 500 Juta

20%

Rp 100 Juta

7 Thn

Rp 544.872

20%

Rp 600 Juta

20%

Rp 120 Juta

9 Thn

Rp 396.571

20%

Terlihat bahwa kisaran penghematan anggaran yang harus dilakukan per hari adalah antara Rp 13.500,- hingga Rp 36.500,-. Ini tentu memerlukan 'effort' yang besar agar tujuan memiliki rumah (meski dengan cara KPR) dapat tercapai.

Pembaca yang bijak uang hasil 'penghematan' tadi dapat anda simpan dalam tabungan, selanjutnya anda investasikan di dalam reksa dana secara otomatis setiap bulannya. Mekanisme investasi ini tentu hanya dapat dilakukan dengan instruksi khusus dari anda sebagai pemegang rekening kepada Bank yang sudah menjadi anggota Agen Penjual Reksa Dana dan tentu harus sudah terdaftar di Bapepam.

Mengapa demikian? Ini semata-mata untuk menghidari resiko atas investasi yang tidak bertanggung jawab yang pernah dilakukan oleh pihak perbankan, seperti pada kasus Bank Century dan beberapa kasus perbankan sebelumnya.

Khusus bagi anda yang ingin melakukan simulasi investasi mengenai rencana pembelian rumah beserta perhitungan lain yang terkait dengan kredit perumahan, silahkan anda kirim email kepada kami di alamat artikel@efiplan.com maka dengan senang hati akan kami kirimkan simulasi gratis versi Microsoft excel 2007 kepada anda.

Demikian pembaca yang bijak, bagi anda calon mahasiswa silahkan lakukan investasi dengan benar dan tekun maka niscaya pertumbuhan aset anda akan meningkat, selamat mencoba.

Taufik Gumulya, CFP® Perencana Keuangan dari TGRM Financial Planning Services

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ancaman Krisis Ekonomi Eropa Kian Terbuka Lebar

Selasa, 18 Mei 2010 19:30 WIB

(Vibiznews - Business) - Sejak awal bulan Mei ini memang merupakan bulan yang sangat berat bagi perekonomian Eropa. Tekanan yang semakin berat semakin tampak setelah Uni Eropa dan juga IMF memastikan akan mengelontorkan dana sebesar 1 triliun dollar guna membantu perekonomian Yunani yang kini sedang mengalami krisis akibat kisruh di sektor finansial setelah maraknya kasus kredit macet.

Paska kepastian peluncuran kebijakan tersebut, sejumlah pertanyaan kembali muncul. Dari manakah jumlah dana tersebut didapatkan ? Pertanyaan ini memang menjadi sebuah paradoks dari munculnya sentimen positif setelah kebijakan tersebut dinyatakan oleh Uni Eropa dan juga IMF. Sejumlah kekhawatiran mulai muncul terhadap kondisi keuangan negara-negara Eropa yang dipastikana akan tersedot kepada penggunaan dana sebanyak itu.
Ancaman krisis pun semakin terjadi. Peluang perluasan krisis ke seluruh negara-negara anggota Uni Eropa semakin memberikan sebuah mimpi buruk, apalagi proses pemulihan akibat krisis ekonomi global yang terjadi pada 2 tahun lalu masih belum sempurna. Cadangan finansial Eropa juga dipastikan akan semakin terkuras sehingga membuat Bank Sentral Eropa mesti memutar otak untuk memperoleh dana segar.

Lalu, darimanakah hal tersebut diperoleh ? nasabah merupakan salah satu komponen yang terpenting maka dari itu kebijakan kenaikan bunga tabungan menjadi salah satu "senjata" yang dapat menyerap dana segar dari para nasabah. Namun sepertinya hal tersebut akan terkendala dengan adanya pelarian modal investasi ke sektor komoditi seperti emas yang saat ini siap-siap menuju rekor terbarunya.

Banyak kalangan menilai kondisi yang terjadi di Eropa saat ini mirip dengan apa yang terjadi pada kasus Lehman Brothers di AS 2 tahun yang lalu. Besarnya kerugian dan defisit salah satu bank terbesar membuat kondisi kebangkrutan. Tingginya kasus kredit macet di sektor properti membuat bank tersebut mengalami kesulitan untuk mengatasi kesulitan. Bahkan bantuan pemerintah AS pun tidak cukup mengatasi dalamnya krisis finansial yang terjadi.

Dengan melihat kondisi-kondisi tersebut, maka mungkin saja apa yang terjadi pada Lehman Brothers akan juga terjadi pada Eropa meski dari segi skala tetap berbeda. Namun indikasi dan kasus diantara dua hal tersebut cukup memiliki kemiripan. Kini, pihak Uni Eropa beserta IMF mesti memperhatikan dampak-dampak yang akan terjadi paska pengucuran dana sebesar 1 triliun dollar kepada Yunani. Belum lagi selain Yunani masih ada Portugal dan Spanyol yang lambat laun juga akan mengalami krisis seperti yang dialami oleh Yunani jika tidak ditangani serius.

Ulasan :

Perekonomian Eropa mengalami tekanan yang sangat berat, setelah Uni Eropa dan juga IMF memastikan akan mengelontorkan dana sebesar 1 triliun dollar guna membantu perekonomian Yunani yang kini sedang mengalami krisis akibat kisruh di sektor finansial setelah maraknya kasus kredit macet. Sejumlah kekhawatiran mulai muncul terhadap kondisi keuangan negara-negara Eropa yang dipastikana akan tersedot kepada penggunaan dana sebanyak itu. Peluang perluasan krisis ke seluruh negara-negara anggota Uni Eropa semakin memberikan sebuah mimpi buruk, apalagi proses pemulihan akibat krisis ekonomi global yang terjadi pada 2 tahun lalu masih belum sempurna. Selain Yunani masih ada Portugal dan Spanyol yang lambat laun juga akan mengalami krisis seperti yang dialami oleh Yunani jika tidak ditangani serius, untuk itu sebaiknya pihak Uni Eropa beserta IMF mesti memperhatikan dampak-dampak yang akan terjadi paska pengucuran dana sebesar 1 triliun dollar kepada Yunani.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Negara-negara dengan Ekspektasi Profit Paling Besar di Sektor Bisnis


(Vibiznews - Business) -. Situs bisnis terkemuka, BusinessWeek pada (26/2) merilis hasil survey terhadap 20 negara yang memiliki nilai keuntungan terbesar dalam berbisnis. Ke semua negara tersebut tercatat telah berhasil memberikan kondisi yang positif guna menununjang pemulihan ekonomi baik kawasan maupun global.

Negara Paling Profit, Vietnam

Posisi pertama sebagai negara paling menguntungkan dari segi bisnis ditempati oleh Vietnam. Posisi yang ditempati oleh Vietnam ini cukup mengejutkan bagi banyak pihak mengingat posisi negara tersebut masih belum begitu "populer" dari segi bisnis dibanding negara-negara raksasa Asia lainnya seperti India dan China. Tingkata kepercayaan keuntungan yang dihasilkan jika berbisnis di Vietnam mencapai 91%, dengan kepercayaan adanya peningkatan pendapatan mencapai 95% dan adanya peningkatan penambahan tenaga kerja sebanyak 64%.

Salah satu kunci sukses Vietnam dam menciptakan sebuah iklim bisnis yang baik ialah relatif murahnya tenaga kerja dan juga kondisi ekonomi yang relatif stabil ditambah oleh kondisi keamanan yang membuat para investor dan perusahaan-perusahaan besar dunia berusaha berinvestasi di negara ini, yang salah satunya ialah Intel Corp. sedangkan diurutan kedua ditempati oleh salah satu raksasa Asia yaitu India, posisi India sebagai negara dengan tingkat ekspektasi peningkatan profit yang tinggi merupakan suatu hal yang wajar.

Bersama dengan China, India telah membuktikan bahwa dengan kapasitas jumlah konsumen dalam negeri dapat menjadi sebuah posisi yang sangat menguntungkan bagi para produsen dan para investor luar negeri yang beberapa diantaranya ialah Ford Motor dan Volkswagen. Menurut BusinessWeek, tingkat keyakinan peningkatan profit bagi sektor bisnis di India mencapai 72% dengan prediksi penambahan tenaga kerja diperkirakan akan naik sebesar 56%.

Masih di wilayah Asia Tenggara, Filipina berhasil menempati posisi ketiga dengan tingkat percayaan peningkatan profit bisnis senilai 69% dan prediksi penambahan jumlah tenaga kerja senilai 49%. Iklim bisnis yang dimiliki oleh Filipina sebetuknya hampir mirip dengan apa yang terjadi Vietnam. Dengan beberapa perusahaan dunia yang telah menjadi investor di negara tersebut diantara ialah HSBC, Deutsche Bank, JPMorgan Chase dan Dell.

Asia Tenggara Masih Mendominasi, AS Terlempar

Negara-negara dikawasa Asia Tenggara rupanya mendominasi daftar negara paling berpontesi menghasilkan profit di sektor bisnis. Setelah sebelum Vietnam dan Filipina menempati posisi pertama dan ketiga, dua negara lainnya yaitu Malaysia dan Singapura di urutan masing 11 dan 13. Malaysia menurut BusinessWeek menghasilkan ekspektasi peningkatan profit sebesar 54% dan Singapura sebesar 57%. Prestasi yang diperoleh Malaysia diperkirakan akibat kinerja pemerintah yang bekerja keras paska mengalami tekanan dari imbas krisis ekonomi sehingga menurunkan performa ekonomi negaranya. Dengan mengandalkan produk-produk utama seperti kelapa sawit dan sektor kesehatan, Malaysia cukup dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Sedangkan Singapura sepertinya tidak mengherankan lagi sebagai negara yang paling memiliki posisi sentral dalam perekonomian di wilayah Asia Tenggara.

Sedangkan negara adidaya seperti AS justru berada pada posisi ke 16 didalam suevry BusinessWeek ini. Imbas krisis ekonomi yang disebabkan oleh krisis kredit finansial rupanya masih memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian dalam negeri. Ekspektasi peningkatan profit bisnis AS hanya sebesar 50% dan ekspektasi penambahan tenaga kerja hanya mencapai 25% mengingat masih tingginya tingkat pengangguran.

Jika kita melihat prestasi-prestasi yang diperoleh negara-negara diatas, lalu dimana letak posisi Indonesia ? sayangnya negara kita tidak masuk ke dalam rilis survey tersebut. Rupanya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk dapat menciptakan iklim bisnis yang baik.

Ulasan :

Seiring dengan adanya gelombang pemulihan yang sedang terjadi di hampir seluruh dunia paska hantaman krisis ekonomi global yang terjadi sejak 2008, banyak negara mulai membenahi segala jenis sektor ekonominya agar dapat memberikan nilai tambah terutama bagi dunia bisnis.

Posisi pertama sebagai negara paling menguntungkan dari segi bisnis ditempati oleh Vietnam. Posisi yang ditempati oleh Vietnam ini cukup mengejutkan bagi banyak pihak mengingat posisi negara tersebut masih belum begitu "populer" dari segi bisnis dibanding negara-negara raksasa Asia lainnya seperti India dan China. Salah satu kunci sukses Vietnam dalam menciptakan sebuah iklim bisnis yang baik ialah relatif murahnya tenaga kerja dan juga kondisi ekonomi yang relatif stabil ditambah oleh kondisi keamanan yang membuat para investor dan perusahaan-perusahaan besar dunia berusaha berinvestasi di negara ini, yang salah satunya ialah Intel Corp.

Sedangkan diurutan kedua ditempati oleh salah satu raksasa Asia yaitu India. Filipina berhasil menempati posisi ketiga. Sedangkan negara adidaya seperti AS justru berada pada posisi ke 16, imbas krisis ekonomi yang disebabkan oleh krisis kredit finansial rupanya masih memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian dalam negeri. Dan sayangnya negara kita tidak masuk ke dalam rilis survey tersebut. Masih banyak hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk dapat menciptakan iklim bisnis yang baik.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS