Etika dan Etiket

1. Tuliskan beberapa pengertian etika selain yang di jelaskan, menimal 2?

Menurut para ahli, etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.


Perkataan etika atau lazim disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:


Menurut Drs. O.P. Simongkir : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.


Menurut Drs. H. Burhanudin Slam : etika adlah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.


2. Contoh etika dan penerapannya dalam masyarakat, minimal 5?

- - Bertutur krama yang baik, ramah tamah dan sopan

- - Berperilaku baik, sopan dan santun

- - Berpakaian yang sesuai dengan keadaan

- - Jujur

- - Sabar, tidak emosional

- - Memanggil orang dengan nama atau sebutan yang baik

3. Contoh etiket dan penerapannya dalam masyarakat, minimal 5?

- - Pada saat berbicara tidak memotong pembicaraan orang

- - Pada saat makan mendahulukan orang yang lebih tua

- - Bersendawa setelah makan

- - Memberikan dan menerima sesuatu menggunakan tangan kanan

- - Kaki tidak di atas meja saat duduk

4. Apa pendapatmu tentang filsafat utilitarianisme?

Utilitarianisme secara utuh dirumuskan oleh Jeremy Bentham dan dikembangkan secara lebih luas oleh James Mill dan John Stuart Mill. Utilitarianisme terkadang disebut dengan Teori Kebahagiaan Terbesar yang mengajarkan tiap manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satu-satunya kejahatan intrinsik. Bagi Bentham, moralitas bukanlah persoalan menyenangkan Tuhan atau masalah kesetiaan pada aturan-aturan abstrak, melainkan tidak lain adalah upaya untuk mewujudkan sebanyak mungkin kebahagiaan di dunia ini. Oleh karena itu, Bentham memperkenalkan prinsip moral tertinggi yang disebutnya dengan ‘Asas Kegunaan atau Manfaat’ (the principle of utility).

Utilitarianisme cenderung mengunggulkan Asas Kegunaan atas Asas Keadilan atau Hak-hak seseorang. Misalnya, bila ada dua pihak yag bertikai di depan hukum. Salah satunya lebih kuat dan berkuasa daripada yang lain, sehingga kekalahan pihak yang lebih berkuasa akan mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan yang lebih besar pada pihak lawan dan orang-orang di sekitarnya. Kaum Utilitarian akan memenangkan pihak yang lebih kuat demi mencapai sesedikit mungkin penderitaan, sekalipun untuk itu asas keadilan atau hak seseorang harus dikorbankan.

Utilitarianisme secara eksklusif mengambil pertimbangan tentang konsekuensi yang akan terjadi, maka pandangannya selalu melupkan masa lalu. Misalnya, bila seseorang berjanji kepada adiknya untuk melakukan sesuatu, lalu mendadak dia harus mengerjakan sesuatu lain yang juga sama-sama penting dengan janji tersebut, tetapi pekerjaan itu lebih menyenangkan baginya, maka kaum utilitarian akan memilih untuk melanggar janji itu. Dengan demikian, kaum utilitarian mengabaikan apa yang disebut dengan kawajiban-kewajiban moral.

Jadi menurut saya filsafat utilitarianisme ini cenderung mementingkan diri sendiri atau suatu golongan tertentu demi mendapatkan kebahagiaan yang lebih, sehingga melupakan hak-hak orang lain. Memang menurut kodratnya manusia menghindari ketidaksenangan dan mencari kesenangan, namun tidak monoton hanya untuk mencari kesenangan, tetapi menjadikan suatu kesusahan atau penderitaan menjadi suatu pelajaran dari hidup dan harus mementingkan orang lain juga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar